Ibu

20 Desember 2011 witri

Aku mempunyai pasangan hidup…
Saat senang aku cari pasanganku
Saat sedih aku cari ibu
Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku
Saat gagal aku ceritakan pada ibu
Saat bahagia aku peluk erat pasanganku
Saat sedih aku peluk erat ibuku
Saat liburan aku bawa pasanganku
Saat aku sibuk anak dianter ke rumah ibu
Saat sambut valentine slalu beri hadiah pada pasangan.
Saat sambut hari ibu aku cuma dapat ucapkan “Selamat Hari Ibu”
Selalu aku ingat pasanganku
Selalu ibu yg ingat aku
Setiap saat aku akan tlpon pasanganku
Kalau inget aku akan tlpon ibu
Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:
“Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja…
bolehkah kau kirim uang untuk ibu?
yusnia Aza: Ibu tdk mnta banyak… lima puluh sebulan pun cukuplah”.
Berderai air mata jika kita mendengarnya……..
Tapi kalau ibu sudah tiada……….
Ibu aku RINDU…….AKU RIIINDDUU… SANGAT RINDU….
Berapa bnyk yang sanggup menyuapkan ibunya….
berapa bnyk yang sanggup mengelap muntah ibunya…..
berapa bnyk yang sanggup mengganti lampin ibunya…..
berapa bnyk yang sanggup….. membersihkan najis ibunya…….
berapa bnyk yang sanggup……. membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya….
berapa bnyk yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya….

Dan akhir sekali berapa bnyk yang sembahyang JENAZAH ibunya……

yusnia Aza: Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.
Si ibu bertanya ” itu burung apa yg berdiri disana ??”
“Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
“Itu yang warna putih burung apa?”
sdikit kesal anaknya menjawab ” ya bangau mama?…”
Kemudian ibunya kembali bertanya
” Lantas itu burung apa ?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang…
Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama. kan sama saja!..emanknya mama gak liat dia terbang!”
Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan..”Dulu 35 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kau membentak ku 2 kali..
yusnia Aza: Si anak terdiam…dan memeluk mamanya.
Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Bunda dgn sungguh2 krn sorga berada di telapak kaki Bunda.
Mohon ampunan jika km pernah menyakiti hati Bundamu
Dan teruskan kpd Org2 yg perlu membaca renungan ini.
*Pernah kita ngomelin Dia ?’Pernah!’
*Pernah kita cuekin Dia ? ‘Pernah!’
*Pernah kita mikir apa yg Dia pikirkan? ‘nggak!’ :/
* Sebenernya apa yg dia fikirkan ?
‘Takut’
-Takut ga bisa liat kita senyum , nangis atau ketawa lg.
- Takut ga bisa ngajar kita lagi
Semua itu karena waktu Dia singkat..
Saat bunda menutup mata , Ga akan lg ada yg cerewet.
Saat kita nangis manggil2 dia , apa yg dia bales ?
‘Dia cuma diam’
Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata
yusnia Aza: “Anakku jgn nangis, bunda msh di sini bunda msh syg kamu.”

Sayangilah mereka sblm waktunya hbs.. ({})
Jangan kecewakan bundamu

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

 

Desember 2011
S S R K J S M
« Okt    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Halaman

Arsip

Tulisan Terkini

Komentar Terakhir

witri on Nyeri Tengkuk Jangan “Di…
sendra on Gendu2 Rasa
Sendra on Hati-Hati Pembalut

Blog Stats

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.