Hati-Hati Pembalut
23 Oktober 2007
witri
Hati2 sama popok yg tidak sehat…
Benar itu pak, kenyataan Indonesia menduduki peringkat no.1 untuk
penderita kanker mulut rahim, maka dari itu beberapa waktu yang lalu
saya menawarkan pembalut higienis yang bisa mencegah penyebaran bakteri
juga dapat mengobati keputihan.
Kebanyakan wanita Indonesia tidak menyadari ternyata pembalut yang
selama ini dipakai tidak higienis karena jika kita lihat isi di dalam
pembalut tsb ternyata isinya kertas daur ulang yang sudah di bleaching,
benar-benar mengerikan.
Jika memang ada yang berminat untuk melihat demo nya saya tidak
keberatan untuk mendemokan karena ini juga demi menyelamatkan para
wanita Indonesia dan menekan angka kematian wanita Indonesia karena
kanker rahim.
Cek hiegienis produk napkin yang Anda pakai!!
Karena menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan penderita
kanker
mulut rahim NO.1 di dunia, dan 62% salah satunya diakibatkan
oleh
penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas!!!!
Di RSCM: 400 pasien kanker leher rahim baru setiap tahun.
Di RSCM kematian akibat kanker serviks sekitar 66%. Mayoritas
penderita
datang dalam kondisi stadium lanjut. Tingkat kesadaran deteksi
dini
masih rendah.
Cara pengecekan:
1. Sobek produk pembalut Anda, ambil bagian inti didalamnya.
2. Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan
sehingga
lebih jelas.
3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut Anda dan celupkan
ke dalam
air tersebut. Aduk dengan sumpit.
4. Lihat perubahan warna air (karena kalo hieginis dan
bersih,seharusnya
air akan tetap jernih).
5. Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti
pulp.
Jika hancur dan airnya keruh, berarti Anda menggunakan produk
yang
kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih (byclean).
6. Dan dari produk yang kurang berkualitas tersebutlah yang
sering
menyebabkan di bagian intim wanita selalu mengalami banyak
masalah:
- Keputihan
- Gatal-gatal
- Iritasi
- dan lain-lain.
Thanks and Cheers….
Kiriman email dari Tri Astuti
Entry Filed under: Kesehatan
Satu komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
1.
Sendra |
23 Oktober 2007 pada 6:56 am
Jeng, kalo dibuat “ngompres kepala” bisa ya ?, … cuma nggak etis kali ya ?